Impian yang Serupa Andi, 24 tahun, adalah seorang fotografer amatir yang setiap akhir pekan menyusuri sudut-sudut kota dengan kameranya. Ia tak pernah lelah berburu cahaya, membingkai momen yang tak akan kembali. Baginya, setiap jepretan adalah puisi diam yang bicara lebih jujur dari kata-kata. Andi selalu percaya bahwa dunia menyimpan cahaya di tempat-tempat tak terduga. Di antara retakan dinding, di genangan air selepas hujan, atau di mata anak kecil yang tertawa meski hujan mengguyur. Ia belajar melihat semua itu lewat lensa kamera—kamera yang ia beli diam-diam dari uang jasa memotret wisuda teman-temannya. Namun, di rumah, cahaya seolah tidak pernah hadir. Hanya bayangan ekspektasi yang menempel di dinding, menyelinap di sela kursi ruang tamu, merayap di meja makan, dan membekas di wajah ayahnya. Diam-diam, Andi menyimpan beban. Ia adalah anak tunggal yang sejak kecil digadang-gadang untuk menjadi penerus bisnis keluarga. Pak Hartono, ayah Andi, adalah pemilik Hartono Motor, salah ...